Yuri Berbicara Present...

Intip-intip'ers

Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 1. Tampilkan semua postingan

Syarat Reporter

-Jurnalistik-♥ Syarat Reporter ♥


- SYARAT REPORTER SECARA PHISIK REPORTER RADIO :
1. MEMILIKI VOLUME & JENIS SUARA STANDARD VOICE
2. MENGUASAI TEKNIK MEMBACA DENGAN JELAS & JERNIH
3. MENGUASAI TEKNIK VOCAL YANG BAIK
4. KOMUNIKATIF & FLEKSIBEL
5. BERWIBAWA
- SYARAT REPORTER SECARA PHISIK REPORTER TELEVISI :
1. MEMILIKI WAJAH BERWIBAWA
2. TIDAK   MEMILIKI   KEBIASAAN   GERAKAN   PADA TUBUH / WAJAH
3. MEMILIKI   VOLUME   DAN   JENIS   SUARA  YANG STANDART VOICE
4. MENGUASAI TEKNIK MEMBACA DAN OLAH VOCAL
5. PENAMPILAN  SOPAN &  SESUAI  DENGAN KONDISI
6. KOMUNIKATIF DAN FLEKSIBEL

Peranan Jurnalistik

Jurnalistik ♥ Peranan Jurnalistik ♥

- PERANAN JURNALISTIK/PERS :
1. SEBAGAI ALAT PERUBAHAN SOSIAL SAJIAN INFORMASI
MENJADIKAN MASYARAKAT TRADISONAL MENJADI MODERN, BAIK   CARA BERPIKIR,PERILAKU MAUPUN PENGETAHUAN /PENDIDIKAN             YANG DIPEROLEH MELALUI KEGIATAN JURNALISTIK YANG                               DITUANGKAN DALAM KARYA JURNALLISTIK
2. PEMBENTUKAN PENDAPAT UMUM
- INFORMASI YANG DITERIMA TERUS- MENERUS AKAN MEMBENTUK PENGERTIAN YANG KUAT TENTANG SESUATU.
-  MASYARAKAT DAPAT BERPENDAPAT TENTANG APAPUN SECARA NEGATIF ATAU POSITIF PERANAN JURNALISTIK/PERS
3. MENEGAKAN DISIPLIN NASIONAL
- TAYANGAN BERITA TENTANG POLITIK DI SUATU NEGARA, MENJADIKAN MASYARAKAT MEMPUNYAI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN DALAM MENYIKAPI BERPOLITIK DI DALAM KEHIDUPANNYA.
- MASYARAKAT AKAN TERLIBAT/MEMANTAU PERKEMBANGAN  DARI    HARI   KE   HARI,\ SEHINGGA   PADA    AKHIRNYA       DAPAT BERMAIN PERAN
FUNGSI  LAIN JURNALISTIK/PERS
1. MEMBERI PENERANGAN
KEJELASAN INFORMASI YG DISAMPAIKAN SECARA TUNTAS, MUDAH DIMENGERTI  DAPAT MENJAWAB RASA INGIN TAHU DAN  MENGHILANGKAN KERAGU-RAGUANTERHADAP MASYARAKAT
2. MEMBERI HIBURAN
SIARAN MEMBERI HIBURAN PADA MASYARAKAT APABILA ADA KENYAMANAN, DAYA TARIK TERHADAP MUATAN ACARA
3. MEMBERI KONTROL SOSIAL
APAPUN YANG TERJADI DI DALAM MASYARAKAT BAIK / BURUK, PERS AKAN MEMANTAU PERKEMBANGANNYA DAN DISAMPAIKAN KEPADA MASYARAKAT SECARA TERUS MENERUS, SEHINGGA MASYARAKAT MENGETAHUI CERITA SECARA TUNTAS.
4. MENDIDIK
MELALUI SAJIAN INFORMASI APAPUN MATERINYA, MASYARAKT SECARA TIDAK LANGSUNG TERDIDIK BISA POSITIF ATAU NEGATIF. SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK MASYARAKAT YANG HETEROGEN, MAKA PERSEPSI BISA BERBEDA-BEDA TERGANTUNG DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, BUDAYA DLL

Tanggung Jawab dan Azas Pers

Jurnalistik ♥ Tanggung Jawab dan Azas Pers ♥

Posted by Becil Ucil in 29. Jan, 2011, under Semester 1
TANGGUNGJAWAB & AZAS PERS
A. TANGGUNG JAWAB REPORTER :
1. TERHADAP HATI NURANI
2. SESAMA NEGARA YANG MEMILIKI HAK AZASI
3. KEPENTINGAN UMUM
4. SESAMA REKAN SEPROFESI
* WILBUR SCHRAMM BERTANGGUNGJAWAB THDP PEMERINTAH, MEDIA & MASYARAKAT
B. AZAS PERS
1. MANFAATà SEGALA PEMBERITAAN & ULASAN DAPAT DIMANFAATKAN BAGI KEMANUSIAAN, KESEJAHTERAAN RAKYAT & PEMBANGUNAN PRIBADI & NEGARA
2. USAHA BERSAMA & KEKELUARGAAN DALAM MENCAPAI CITA2 & ASPIRASI BANGSA
3. DEMOKRASIà BERDASARKAN PANCASILA POLITIK, SOSIAL,EKONOMI, BUDAYA PEMBERITAAN MENCERMINKAN SIKAP OBJEKTIF, EDUCATIF,TENGGANGRASA, TEGUH PADA NILAI KEPRIBADIAN NASIONAL

Perbedaan Karya Jurnalistik

Jurnalistik ♥ Perbedaan Karya Jurnalistik ♥

Posted by Becil Ucil in 29. Jan, 2011, under Semester 1
PERBEDAAN KARYA JURNALISTIK
MEDIA CETAK :
1.PROSES PERCETAKAN
2.DAPAT DIBACA DIMANA  DAN  KAPAN SAJA
3.ISI PESAN DPT DIBACA  BERULANG
4.DAPAT MENYAJIKAN   PERISTIWA YANG TELAH TERJADI
5.TIDAK MENYAJIKAN NARA SUMBER SECARA LANGSUNG
6.PENULISAN DIBATASI KOLOM & HALAMAN
7.MAKNA BERKALA DIBATAS HARI, I MINGGU DAN BULAN
8.DISTRIBUSI MELALUI DARAT, UDARA DAN LAUT
9.BAHASA FORMAL
10.KALIMAT PANJANG & RINCI
MEDIA RADIO:
1.PROSES PEMANCARAN
2.ISI PESAN AUDIO, DAPAT DIDENGAR SEWAKTU SIARAN
3.TIDAK DAPAT DIULANG
4.DAPAT MENYAJIKAN PERISTIWA/KEJADIAN SEDANG BERLASUNG 5.DAPAT MENYAJIKAN PENDAPAT SECARA LANGSUNG& ASLI 6.PENULISAN DIBATASI DETIK, MENIT DAN JAM
7.MAKNA BERKALA DIBATASI DETIK, MENIT & JAM
8.DISTRIBUSI MELALUI PEMANCARAN
9.BAHASA FORMAL & NON FORMAL
10.KALLIMAT SINGKAT, PADAT,SEDERHANA & JELAS
MEDIA TELEVISI
1.PROSES PEMANCARAN
2.ISI PESAN AUDIO-VISUAL DAPAT DIDENGAR &DILIHAT  SEWAKTU SIARAN
3.TIDAK DAPAT DIULANG
4.DAPAT MENYAJIKAN PERISTIWA/KEJADIAN SEDANG BERLASUNG 5.DAPAT MENYAJIKAN PENDAPAT SECARA LANGSUNG& ASLI 6.PENULISAN DIBATASI DETIK, MENIT DAN JAM
7.MAKNA BERKALA DIBATASI DETIK, MENIT & JAM
8.DISTRIBUSI MELALUI PEMANCARAN
9.BAHASA FORMAL & NON FORMAL
10.KALLIMAT SINGKAT, PADAT,SEDERHANA & JELAS

Bentuk Karya Jurnalistik

Jurnalistik ♥ Bentuk Karya Jurnalistik ♥

Bentuk   karya  jurnalistik radio dan televisi pada dasarnya sama, namun perbedaannya adalah penyajian karya tersebut karena disesuaikan dengan media yang dipakai.
A.. Berita
Tujuannya  adalah   menginformasikan  fakta dan atau pendapat factual dan
aktual yang mengandung nilai berita agar   masyarakat  mengetahui apa yang
terjadi / ada  disekitarnya. Bentuknya adalah :
1. Berita Terkini ( Timeconcern )
a. Kuat ( Hard / Soft News )
Straight News, News Break, Stop Press
b. Berita Mendalam ( Indepth News )
Komprehensif, Interpretatif, Investiogatif
2. Berita Berkala ( News Magazine )
a. Laporan Eksploratif
b. Leporan Khas ( Feature )
c. Berita Analisis
d. Majalah Udara
B. Penjelasan Masalah Hangat ( Current Affair )
Tujuannya    adalah    menjelaskan    masalah  hangat ( masalah yang sedang ramai dibicarakan   orang   yang   mengandung   nilai   berita   akibat    suatu  fakta) agar mengurangi / meniadakan ketidakpastian bagi masyarakat. Bentuknya adalah :
1. Monolog.  Pidato, Khotbah
2. Dialog
Wawancara, Diskusi Panel ( Debat ), Talk Show
3. Reportase
Siaran Langsung, Siaran Tunda
4. Editorial
5. Dokumenter

Jurnalistik Baru ( New Jurnalism )

♥ Jurnalistik Baru ( New Jurnalism ) ♥
Menurut,Jacob Oetama dan Atmakusumah:
1. Jurnalisme Empati (Emphaty Journalism )
Jurnalisme  yang erat kaitannya dengan rasa empati dan iba wartawan yang tumbuh   ketika melakukan tugas  jurnalistik. Wartawan harus bisa membangun rasa empati  dengan narasumber.
Contoh : Kasus penderita AIDS, melalui penelusuran wartawan dapat mengungkap secara personal penyebab korban  menderita  AIDS dilihat dari berbagai faktor.
2. Jurnalisme Kekerasan/Perang ( Violence Journalism )
Pemberitaan ini hanya terfokus  pada   arena atau tempat terjadinya konflik kekerasan dengan menonjolkan  informasi (dampak  fisik dari kasus  tersebut) dan lebih  mengeksploitasi   kekerasan  yang tampak. Dalam    pemberitaannya     wartawan   menggunakan    teknik   Violence journalism yang memungkinkan ikut larut dalam emosi untuk memihak pada  salah satu kelompok yang berkonflik dan wartawan bisa menilai secara sepihak.
Contoh :
Lengsernya   Soeharto   mengakibatkan   tewasnya   beberapa mahasiswa Trisakti,  dalam pemberitaan  media menggambarkan kekerasan  yang dilakukan aparat dalam membantai mahasiswa.
3. Jurnalisme Perdamaian ( Peace Journalism)
Merupakan   jurnalisme  modern  yang    berpegang    pada asas imparsialitas ( kebenaran )   dan faktualitas ( berdasarkan fakta ). Jurnalisme  damai   dirumuskan  oleh wartawan senior John Galtung, Rune  Ottosen,  Wilhem   Kempt   dan  Maggie O’Kane, tujuannya  untuk mencegah  kekerasan   di  masyarakat. Jurnalisme   ini   mengajarkan wartawan untuk  tidak  turut   dalam bagian   pertikaian   merupakan   bagian dari   pencari  solusi.
4. Jurnalisme Advokasi ( Advocacy Journalism )
Merupakan   kegiatan   jurnalistik   yang   dilakukan oleh wartawan  dengan cara menyatukan    opini    ke dalam berita. Berdasarkan  hasil  reportase, wartawan mengarahkan fakta untuk membentuk opini  public. Penulisan  jurnalistik  advokasi lebih  mempercayai  objektifitas fakta  dari  berita  yang  dicampur  dengan pikiran wartawan. Penyajiannya lebih banyak ditujukan  untuk  kepentingan tertentu  yang disajikan dalam  bentuk pemberitaan fakta dan peristiwa.
5. Jurnalisme Alternatif ( Alternative Journalism )
Kegiatan   jurnalistik    ini    biasanya    dilakukan    untuk    penulisan    berita yang menyangkut publikasi internal, misalnya tulisan-tulisan yang  khusus menampilkan  hasil liputan untuk mengkritik  terhadap seseorang yang lebih personal. Pemuatan jurnalistik alternative membentuk   sekelompok   audience   yang dijadikan  target  konsumen dengan tujuan memukul penguasa di suatu daerah tertentu. Jurnalisme   alternative    adalah   cerminan  suara  rakyat   dan  merupakan sebuah medium perjuangan, biasanya bermuatan kritis terhadap kemapanan ( status qou ). Isinya tidak memuat  pernyataan   pejabat   melainkan  menyuarakan  dan memberi empati kepada rakyat. Sekain itu merupakan penggabungan antar unsur kebebasan dan control diri pada tanggung jawab social.
Contoh :
KASUS SRI MULYANI, DIEXPOSE KE PRIBADINYA YANG DIAMBIL DARI SEBUAH KASUS ( BANK CENTURY). PENAWARAN YBS DARI BANK DUNIA MENDAPAT RESTU DARI PRESIDEN YANG KEMUDIAN MASYARAKAT AKAN MENYOROTI DR SISI SRI MULYANINYA MELOMPAT KE BANK DUNIA.
ALTERNATIF DISINI ADALAH MASYARAKAT AKAN MEMBERI PERHATIAN  DISISI LAIN DARI KASUS CENTURY. BISA JADI ALTERNATIF PENYIARAN INI MERUPAKAN RENTETAN PENYELESAIAN SEBUAH PERMASALAHAN DAN INI DIPENGARUHI PENGATURAN  KEBIJAKAN.
6. Jurnalisme Presisi ( Precision Journalism )
Merupakan    kegiatan    jurnalistik   yang   menekankan   pada ketepatan (presisi ) informasi dengan menggunakan pelaporan ilmiah dengan tujuan  agar hasil laporan   lebih representatif. Liputan jurnalistik  presisi menggunakan   metode  ilmiah  yang terencana dan sistematis.
7. Jurnalisme Sastra ( Leterary Journalism )
Kegiatan   jurnalistik dengan  memasukkan unsur   reportase secara inovatif, gaya penulisannya tidak hanya berdasarkan feeling tetapi ditunjang  oleh riset sehingga  wartawan tidak hanya mengandalkan liputan berdasarkan hasil interview. Jurnalistik sastra menggunakan   gaya   penulisan   tutur   untuk reportase  human interest. Pers     banyak    menggunakan    liputan    ketegangan   situasidengan menerapkan konsep penulisan liputan bergaya sastra.
Contoh :
Ketika itu kira-kira pukul dua siang , saya sedang menikmati secangkir kopi  di  sebuah café, tiba-tiba sebuah   bom  meledak meluluhlantakkan penghuni café yang tak berdaya….
::: Syarat/kritik terhadap jurnalistik baru sebagai berikut :
1. Jurnalistik  baru  membutuhkan   keberanian   yang   lebih, ini  tidak  semua
bisa dilakukan oleh semua jurnalis.Menjadi jurnalis baru tidak hanya harus terjun ke  medan yang riskan tetapi juga  bagaimana  dia harus menggambarkan  secara  detail  dan hidup tanpa investigasi ke semua fakta yang berkait.
Contoh :
Jurnalis baru ketika masuk ke  Gerakan Aceh  Merdeka, konflik Maluku yang    mengatasnamakan  agama   yang    melibatkan dua  surat  khabar bertikai (suara Maluku dan Ambon Press ).
2. Jurnalisme baru memerlukan keahlian menulis yang merupakan paling utama. Jurnalisme baru menuntut banyak hal dalam menulis yaitu membahas dari banyak sisi, mesdeskripsikan sebanyak mungkin objek yang dilihatnya dan memberikan karakter ynag khas bagi setiap tokoh pada tulisannya.
3. Jurnalisme baru, tulisannya   sangat   panjang   karena untuk bisa menggambarkan permasalahan secara beragam dan detail tidak bisa dalam tulisan singkat.
4. Jurnalisme baru penulisannya harus mendalam dengan melalui proses riset yang  panjang dan melibatkan banyak nara sumber.
Contoh :
Wartawan ketika melihat oang tersenyum dalam menghadapi  peristiwa,  harus  bisa  menjabarkan  secara detail  arti  senyum  tersebut  baik  dari  bahasa verbal maupun non verbal.

Jurnalistik Online

♥  Jurnalistik Online  ♥
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP JURNALISTIK ON-LINE
Jurnalistik/Media on-line merupakan media yang bisa ditemui melalui internet.
Sebagai media massa, jurnalistik on line atau bisa melingkupi  media on-line, cyber journalism, citizen journalism, tetap menggunakan kaidah-kaidah jurnalistik dan system kerja yang ada. Perbedaan yang paling mencolok adalah medium dan mekanisme efesiensi pencarian, pengolahan dan penyebarluasan beritanya.
1. Pengertian Jurnalistik On-line dan Perkembangannya
  • Pada 17 Mei 1991, Institut penelitian Jenewa memperkenalkan www standar pada Mei 1992 melalui Chichago On-line, korn pertama di Amerika On-line diluncurkan Chichago Tribune di as. Sampai April 2001 database telah berisi 12.878 berita on line. Dalam media web dapat ditemukan hubungan-hubungan, city guides, majalah, surat khabar, service baru, radio-televisi dll.
  • Awal tahun 2001 pada akhir decade pertama jurnalistik on line, tidak hanya ribuan media berita telah mulai on line bahkan jutaan pengguna baik individu atau kelompok telah menggunakan internet sebagai sumber berita.
- Jurnalistik on line sebagai news media disebutkan oleh Denis McQuail (2000) lebih interaktif dan memberikan otonomi kepada user untuk menjadi audience aktif, bahkan pada keadaan tertentu, audience memiliki posisi sejajar dengan jurnalis.
- Banyak media massa cetak dan elektronik yang memiliki situs di internet, tentunya control social dilakukan. Keuntungan dengan adanya penggabungan media massa dan media online adalah keaktualitasan dalam media masssa elektronik digabungkan dengan sifat yang dapat disimpan dan dibaca berulang-ulang seperti media cetak.
Pengertian Internet :
- Dalam situs www.unpar.ac.id, dituliskan pengertian internet sebagai berikut :
  1. Internet sebagai jaringan yang terhubung dalam internet protocol (IP ) secara luas mencapai seluruh dunia.
  2. Interet ( inter-network) sebagai sejumlah jaringan fisik yang saling berhubungan dengan protocol yang sama ( apa saja ) untuk membentuk jaringan logic, selanjutnya disebut sebagai inter-network.
  3. Inernet sebagai komunitas jaringan computer yang memberikan pelayanan http ) worl wedi web ). Dibedakan dengan internet senagai pelayanan http untuk kalangan terbatas. Pada mulanya pembatasan pada jarinngan fisik yaitu LAN kemudian berkembang.
  4. Internet sebagai jaringan TCP/IP untuk kalangan terbatas. Masyarakat umum mengartikan sebagai jaringan lokal ( LAN ) dengan pengalaman private IP.
- Citizen Journalism yang artinya adalah ” keterlibatan warga dalam memberitakan sesuatu, seseorang tanpa memandang latarbelakang pendidikan, kehalian dapat merencanakan, mencari, menggali, mengolah informasi baik berupa tulisan, gambar, suara dan tuturan kepada orang lain, jadi setiap orang bisa menjadi wartawan.”
Citizen journalism akan mendorong transparansi yang semakin terbuka dalam pelaporan berita. Hal ini membuat wartawan tradisional mulai membuka blog untuk mencari feedback audience seperti SCTV.
b. Karakteristik Media
NO UNSUR MEDIA ELEKTRONIK MEDIA CETAK MEDIA ON LINE
1. Pembatasan panjang naskah Penulisan naskah dibatasasi oleh detik, menit dan jam Panjang naskah dibatasi,5 – 7 halaman kwarto ditik 2 spasi. Dibatasi oleh halaman dan kolom Pembatasan panjang naskah tidak ada batasnya, namun untuk alasan kecepatan akses, keindahan design dan alasan teknis lainnya perlu dihindari naskah terlalu panjang
2. Prosedur Naskah Naskah yang dihasilkan reporter kemudian dikoreksi oleh editor naskah/redaktur sesuai dengan kaidah jurnalistik sebelum informasi ditayangkan. Naskah harus di koreksi dan disetujui oleh redaktur sebelum dimuat di media. Agak sedikit bebas, namun ada sejumlah media memperbolehkan wartawan di lapangan yang telah dipercaya untuk meng-upload sendiri tulisannya
3. Editing Editing dilakukan setelah proses liputan dilakukan baik editing audio,visual maupun naskah. Dilakukan oleh editor Kalau sudah naik cetak atau sudah difilmkan dalam proses percetakan, tidak bisa di edit lagi Walaupun sudah on-line, masih bisa diedit dengan leluasa, tapi biasanya editing hanya mencakup masalah-masalah teknis seperti merevisi salah ketik
4. Tugas desiner atau layouter Setiap berita yang ditayangkan, produser akan merencanakan sampai dengan pelaksanaan siaran dengan menggunakan prinsip managemen siaran. Setiap edisi, desiner atau layouter harus tetap bekerja untuk menyelesaikan desain edisi tersebut Desainer atau Programmer cukup bekerja sekali yaitu di awal pembuatan situs web.
5. Jadwal terbit Makna berkala dibatasi oleh detik, menit dan jam Secara berkala( harian, mingguan, bulanan, dua mingguan, tribulan dst) Terbit kapan saja, tidak ada jadwal khusus kecuali untuk jenis-jenis tulisan/rubric tertentu
6. Distribusi Distribusi melalui pemancaran/transmisi Walau sudah selesai dicetak, media tersebut belum bisa langsung dibaca oleh khalayak sebelum melalui distribusi. Begitu up –load, setiap berita dapat langsung dibaca oleh semua orang di seluruh dunia yang memiliki akses internet
:: perbedaaan pada masalah teknis.
::Dari segi sifatnya ada kemiripan yaitu selalu dituntut untuk menyajikan berita yang up to date secepat mungkin dan bisa tidak selalu menunggu seluruh data terkumpul.
Jurnalistik on line memiliki karakteristik berbeda dengan jurnalistik tradisional :
  1. Menimbulkan   posisi   audience   dimana  audience memiliki kesempatan untuk  berperan aktif dalam proses produksi berita.
  2. Memiliki karakteristik immediacy yang memungkinkan up-dating informasi melebihi kecepetan media tradisional. Internet bisa mengalahkan media cetak yang harus mencetak keesokan harinya dan media elektronik harus menyiapkan persiapan produksi.
  3. Memiliki kelebihan berupa multimedia capability yang memungkinkan pesan bisa disampaikan dalam berbagai versi dari teks, video dan audio.
Contoh : yang memberikan fasilitas audio dan video adalah alamat www.liputan6.com, www.tvone.com dan www.bbcindonesia.com
Sementara aplikasi Youtube memungkinkan siapa saja mengupload file audio video dan podcasting yang memberi fasilitas upload audio telah memungkinkan user untuk berperan sebagai penyebar informasi seperti jurnalis. Dengan bantuan blog dan kedua fasilitas internet itu maka siapapun bisa masuk dalam lingkaran jurnalisme online.
  1. Memiliki karakter Interactivity atau timbalbalik yang memungkinkan adanya partisipasi audience secara lanngsung.
  2. Memiliki karakter Nonlinearity, artinya jurnalis lebih fleksibel dalam menyajikan  berita dan memudahkan user untuk memilih tema informasi yang diinginkan. Misalnya berita tentang serangan bom di JW Marriot, bisa dipisahkan pencariannya dari beberapa judul yaitu pelaku, korban, proses perakitan bom dll.


C. Keuntungan dan Kekurangan Internet
1. Keuntungan Jurnalisnie Online,
a. Audience Control.Jurnalisme online memungkinkan audience  untuk  bisa  lebih  leluasa dalam memilih berita yang ingin didapatkannya, karena informasi  dan sumbernya  sangat luas dalam waktu pendek.
b.Non lienarity. Jurnalsme  online  memungkinkan  setiap  berita  yang   disampaikan  dapat berdiri    sendiri sehingga   audience  tidak   harus   membaca   secara   berurutan   untuk memahami.
c. Storage and retrieval. Online jurnalisme  memungkinkan  berita  tersimpan  dan  diakses kembali dengan mudah oleh audience.
d. Unlimited Space. Jurnalisme  online  memungkinkan  jumlah  berita yang disampaikan / ditayangkan    kepada    audience  dapat  menjadi  jauh  lebih Iengkap  ketimbang  media lainnva.
e. Immediacy. Jurnalisme online memungkinkan informasi dapat  disampaikan secara cepat dan langsung kepada audience.
f. Multimedia   Capabllity. Jurnalisme   online   memungkinkan bagi   tim    redaksi    untuk menyertakan teks, suara, ganibar,video dan komponen lainnya di dalam berita yang akan diterima oleh audience.
g. Interactivity. Jurnalisme online memungkinkan  adanya peningkatan partisipasi audience dalam setiap berita.
2. Kekurangan Internet
a. Jurnalisme  online  merupakan “mainan” masyarakat supra  rasional. Masyarakat   yang tidak tergolong supra rasional tidak akan betah dengan mengakses jurnalisme online. Karena  mereka  tidak mengakses   jurnalisme online  maka  mereka   akan dilanda oleh kecemasan informasi (information anxiety).
b. Masih sedikitnya  jumlah  mayarakat  yang mengakses jurnalisme online,   karena harus berada di depan computer untuk membaca segala informasi melalui web site dll.
c. Tidak memiliki kredibitas.Ini karena logis sebab. orang yang tidak  memiliki ketampilan yang memadai pun bisa bercerita lewat jurnalisme online.
Jurnalisme online akan selalu berkaitan dengan media internet yang meliputi tiga hal yaitu :
1. Jalur    online    communication membantu  wartawan  dalam  memperoleh   bahan   baku yang akan ditulis menjadi sebuah berita.
2. Email, bisa   digunakan  reporter di  lapangan  untuk mengirimkan informasi yang diperoleh para redaktur informasi menjadi  lebih  cepat  sampai.
3. Web sites digunakan dalam sebuah surat kabar untuk berkomunikasi dengan khalayaknya.

RINGKASAN MATERI UJIAN SEMESTER 1

 ( Materi terakhir dari 30-11-2010 )

-   Ciri Magazine program :
  1. Termasuk program long story program.
  2. Terdiri dari berbagai item dan sub format.
  3. Sifat beritanya “ time less”,yaitu tidak terikat oleh waktu.
  4. Durasi tiap item lebih dari 5 menit
-    Reporting terdiri dari :
a. Live Reporting/reportase/laporan pandangan mata/running report : laporan-laporan yang disampaikan dari tempat kejadian,yang terdiri dari :
    1. Live program/siaran langsung
    2. Recorded program/siaran tunda/live on tape
b. Recorded Reporting : laporan yang direkam dalam bentuk visual/voice over ( TV ) yang ditunjang narasi ( TV ) atau narasi yang ditunjang ilustrasi ( radio )/voice over radio.
-          Sifat live reporting : sifat pelaporannya spontan,tdk perlu ada editing naskah/visual
-          Sifat recorded reporting : scripted report/diperlukan naskah,edited report/editing visual
-   FORMAT PROGRAM RECORDED REPORTING :
a. Feature ( arti sempit ) : bentuk laporan yang mengutamakan unsur hiburan,terdapat penyutradaraan dan naskah lebih banyak berbicara dibandingkan dengan visual.
b. Semi Documentary/feature documentary : bentuk laporan yg mengetengahkan suatu keadaan atau permasalahan apa adanya,sehingga audience mendapat gambaran ttg suatu keadaan pada waktu tertentu
c. Depth reporting : bentuk laporan long story yg membahas dan mengupas satu bagian/angle dari suatu topic/permasalahan secara mendalam dengan dukungan berbagai fakta,data,opini,terkait.
d. Comprehensive reporting : Program long story yang membahas satu topic/permasalahan dan dan pengaruh/dampaknya pada lingkungan disekitar permsalahan tsb.dengan memanfaatka fakta/data,opini terkait atau dapat juga mengungkapkanberbagai faktor yang mempengaruhi permasalahannya tersebut.
e. Interpretative reporting : laporan long story yg mengungkapkan pendapat* masyarakat/peristiwa* pembanding ttg satu permasalahan dg tujuan agar masy.mendapatkan wawasan/cakrawala pengetahuan tentang permasalahan itu sehingga dapat melakukan penilaian objektif.
f. Investigative reporting : laporan long story yg mengungkapkan permasalahan yg fakta/datanya disembunyikan. Tujuannya agar audience mendapatkan informasi yg selama ini disembunyikan.
g. Editorial/commentary : paket prod./acara yg mewujudkan /menunjukkan sikap redaksi dari lembaga penyiaran thd.satu fenomena/permasalahan.
h. Magazine Program : satu program acara yg mengetengahkan berbagai peristiwa/keadaan/fenomena  dalam berbagai format/sub format,dengan durasi untuk setiap itemnya lebih dari 3 menit.
-    FORMAT BERITA :
  1. Straight News  : audience opinion,reader only,actuality,remote feed
  2. Indepth News  : news interview,Ilustrated Voice Report
  3. Short Feature   : Ilustrated Voice Report
  4. Vox Pop           : Audience Opinion
-   JENIS BERITA :
  1. Hard News
  2. Soft News
-   FORMAT PENYAJIAN BERITA scr Umum  :
a. Reader Only : semua naskah berita dibaca penyiar ( straight news )
b. Voice Report : penyiar membaca naskah pengantar,laporan beritanya oleh reporter ( recorded )
c. Ilustrated Voice Report : penyiar membaca naskah pengantar,laporan berikutnya oleh reporter ditambah dengan statement/potongan pidato/atmosphere sound.
d. Actuallity/Insert : langsung disampaikan narasumber
e. Remote feed : laporan reporter dari tempat kejadian ( live reporting/running report/on the spot reporting ).
f. Audience Opinion : pendapat* dari masy./vox pop
g. News Interview : yg disampaikan dari wawancara
-   FORMAT PENYAJIAN BERITA Menurut Deddy Iskandar,MMDA :
  1. a. Reader Only   : naskah beritaseluruhnya dibaca penyiar utk berita mendadak maksimal 30 detik.
  2. b. Reader Under Lay : seluruh naskah dibaca penyiar akan tetapi,ditunjang oleh visual,durasi 1 menit.
  3. c. Cut Spot         : penyiar mengantarkan berita dilanjutkan ( cut to ) laporan reporter :
  • Live Reporting : live program & delay program
  • Narrative Reporting/Scripted reporting ( YB Wahyudi/ROSS SYSTEM ):
  1. Reported on the spot on the screen : ada kemunculan reporter dilapangan sebentar.
  2. Reported on the spot off the screen : semua dilakukan dg dubbing
  3. Reported off the spot on the screen : Cuma narasi yg dikeuarkan
  4. Reported off the spot off the screen : pembacaan narasi narasi oleh pihak lain.
d. Phone Still : laporan berita yg disampaikan lewat saluran tlp.
e. Non Intro : penyiar tdk muncul dilayar,akan tetapi hanya reporter.

-   FORMAT PENYAJIAN BERITA dari sumber lain :
a. Reader Only : seluruh naskah dibaca penyiar tanpa visual
b. Voice over/V.O : seluruh naskah dibaca penyiar + visual
c. Voice over graphic :voice over yg beritanya berupa visual(tulisan,peta,karikatur)
d. SOT ( Sound On Tape ) : berita berupa ket/statement pejabat & penyiar hanya mengantarkan.
e. VO + Shot       : naskah berita dibaca penyiar disambung dengan statement pejabat.
f. Package ( PKG ) : format penyajian berita yang pengantarnya disampaikan penyiar disambung dengan laporang reporter/narrator yg sudah direncanakan.
g. Live On Cam/reportive/live reporting/running report : format penyajian berita yg langsung dr tempat kejadian,penyiar hanya mengantarkan.
h. Live On Tape : laporan TKP oleh reporter namun siarannya tdk langsung.
i. Live by phone : laporan yg dilakukan langsung melalui tlp.
j. Phone record : laporan yg dilakuka scr direkam mllui tlp.
k. Visual News  :berita berupa gambar,tanpa narasi,penyiar hanya mengantar.
l. Visual + comment : berita yg berupa gambar yg langusung dikomentari oleh presenter tanpa naskah.
m. Vox Pop : audience opinion/pendapat public.
n. News Interview : berita yg dsampaikan dg wawancara.
Yang Membatasi Reporter :
1. Field of experience
2. Field of reference
3. Interest ( ketertarikan/selera )
-   DOCUMENTARY,Menurut :
a. Steve Blandford : documenter merupakan pembuatan film yg subjeknya adalah masy.peristiwa/suatu situasi yg benar* tjd.didunia nyata.
b. Soung Sinema.wordpress.com,film doc : sebuah film yg merekam gambar & suara yg factual & actual.
c. Suwardi Idris : documenter adlh cabang dr feature,doc.sebagaian besar diambilakan dari bahan* documentasi dg kata lain,doc.lebih bersifat sejarah/ttg berbagai peristiwa masa silam yg perlu diketahui audience.
-  BENTUK* DOCUMENTARY :
  1. Chandra Tanzil ;
    1. Exspository : doc.katagori ini menampikan pesan kpd penonton scr langsung,baik mllui presenter atau pun dalam bentuk narasi.
    2. Observatory/Direct cinema : pendekatan ini ingin merekam kejadian scr spontan,natural,& tdk dibuat-buat.
    3. Reflexive/Cinema Verite : dlm aliran ini membuat film cenderung secara sengaja,memprokovasi dg memunculkan kejadian* yg telah lalu.
-          OBB ( Opening Bill Board ) : gambaran identitas program utk membuka program acara/ID’s program
-          CBB ( Closing Bill Boad )    : identitas utk menutup program acara