Yuri Berbicara Present...

Intip-intip'ers

Komunikasi Massa sebagai Lembaga Sosial


Komunikasi Massa sebagai Lembaga Sosial
(Pertemuan 8 )
___________________________________________________________
2.1. Pengantar.
Dari aspek sosiologis, maka kajiannya berurusan dengan bentuk-bentuk komunikasi sosial yang telah terlembagakan seperti komunikasi massa dan pola-pola organisasi sosial yang menyebabkan komunikasi tersebut terjadi.
Para sosiolog mencari aturan-aturan budaya mengenai siapa saja yang terlibat dalam produksi, distribusi, eksebisi dan penerimaan/kegunaan komunikasi massa. Bagaimanakah sejumlah aktivitas tersebut akan dilaksanakan dan isi pesan apa yang seharusnya dikomunikasikan atau tidak dikomunikasikan sesuai dengan norma-norma masyarakat yang ada.
Jadi uraian sosiologis dewasa ini pada umumnya mengenai komunikasi massa menekankan pada klasifikasi sistem-sistem komunikasi massa menurut bentuk-bentuk hak milik dan kontrol media.
Tipologi-tipologi sistem komunikasi massa dalam buku Four Theories of The Press oleh Fred Siebert, T.Peterson dan W.Schramm (1963) adalah:
1.     Soviet Communist Theories.
Media massa mendapat mandat yang jelas dan eksplisit dari partai dan pemerintah sebagai tujuan pokok mereka. Media massa dipercaya, diberi kekuasaan untuk membawakan teori dan kebijakan komunis kepada massa, menekankan dukungan kepada partai dan pemerintah serta meningkatkan budaya masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, partai dan pemerintah menggunakan kontrol yang relatip keras terhadap media dan operasinya (Negara-negara komunis).

2.     Libertarian Theories.
Penekanannya adalah pada kebebasan media, khususnya dari kontrol pemerintah, meskipun terdapat juga beberapa peraturan, pembatasan dan tindakan pemerintah (Anglo Amerika dan Eropa).



3.     Social Responsibility Theories.
Teori ini menekankan pada tanggungjawab moral dan sosial orang-orang/lembaga-lembaga yang menjalankan media massa, antara lain kuajiban untuk memberikan informasi dan diskusi kepada publik tentang 0masalah-masalah sosial yang penting dan menghindari aktivitas-aktivitas yang merugikan masyarakat (Anglo-Amerika dan Negara-negara Barat).

4.     Authoritarian Theories.
Media massa (pemerintah maupun swasta) secara jelas bergantung kepada pemerintah. Pengekangan ini mungkin dilakukan melalui berbagai macam metode, seperti prosedur perijinan dan sensor pemerintah yang relatip keras (Eropa abad 16 dan 17 serta dewasa ini negara-negara tertentu).

2.2. Sistem-Sistem Komunikasi Massa.
2.2.1. Komunikasi massa di Uni Soviet.
Karakter komunikasi massanya adalah sbb:
·        Sistemnya terencana, terbentuk organisasi formal dan isis komunikasi yang disampaikan. Media massa dapat berubah-ubah menyesuaikan diri dengan kebutuhan sosial dengan berfokus pada lapisan khalayak tertentu.
·        Media massa beroperasi menurut filsafat partai komunis dan tujuan tercapainya cita-cita Soviet.
·        Terdapat peninjauan kembali dan kontrol kuat terhadap isi komunikasi.
·        Terdapat derajat speksialisasi yang tinggi terhadap khalayak yang menjadi tujuan setiap media.
·        Mengutamakan kesempatan bagi terpaan khalayak dalam konteks kelompok.

Dari 4 aktivitas pokok komunikasi massa (pengawasan, interpretasi, warisan budaya dan hiburan), dapat diringkas sbb:
·        Komunikasi massa memberikan prioritas pada interpretasi kejadian dan saran-saran pada khalayak berperilaku. Editor bertanggungjawab memilih peristiwa atau dokumentasi tentang proses pembangunan negara.
·        Transmisi budaya diprioritaskan seperti musik klasik.
·        Hiburan kurang diprioritaskan, kecuali yang memperbaiki cita rasa/menunjang pendidikan budaya dan politik.
·        Pengawasan dan pelaporan tidak penting.

Filsafat dari Lenin adalah bahwa partai memiliki tujuan, antar lain untuk memimpin rakyat agar meningkatkan kebudayaannya dan membimbingnya menuju nasib poleksos. Bolshevisme (konsep kepemimpinan Lenin) merupakan idiologi sospol yang mengarahkan media massa untuk membantu partai komunis dalam mendidik rakyatnya.

2.2.2.Komunikasi massa di Republik Rakyat Cina.
Sistem komunikasi massanya memiliki karakteristik institusional dan organisasional yang sama dengan di Soviet, bahkan menurut Emory pesan-pesan media massa diikuti dengan komunikasi tatap muka dalam forum sehingga media massa dan komunikasi personal masuk dalam suatu sistem.
Dua macam karakteristik sistem komunikasi massa yang sangat menarik secara sosiologis adalah tatzepao pada tingkat lokal serta adanya jaringan luas para koresponden pada tingkat rakyat kecil.

2.2.3.Siaran di Inggris.
Pemilikan dan kontrol atas media massa tidak disentralisasikan dalam lembaga negara. Siaran radio dan TV diorganisasikan sebagai monopoli dibawah pengusaha negara, yang merupakan gabungan dari usaha komersial dan pemerintah. Radio siaran Inggris berada di tangan korporasi/lembaga negara, yaitu Bristish Broadcasting Corpotation yang dibentuk th.1927 oleh Royal Charter. Pemancar BBC mensuplai 4 jaringan radio nasional, Radio 1 pada umumnya musik pop; Radio 2 light program dengan musik pop, olahraga dan berita umum; Radio 3 musik ‘serius’, drama, diskusi, berita dan pendidikan; Radio 4 home service dengan musik, drama, wawancara dan instruksional untuk sekolah-sekolah dan lembaga lainnya (Emery, 1972:100-101). 
Sebagai lembaga negara sebenarnya pemerintah dapat menuntut mengudarakan pengumuman penting, namun  BBC tidak dimiliki, dikontrol maupun dioperasikan oleh pemerintah.
Karena faktor geografis, maka Inggris hanya memiliki 2 frekuensi pemancar. Oleh karena itu kepemilikannya dipercayakan pada lembaga negara, bukan perorangan atau swasta. Siaran TV merupakan monopoli BBC sampai 1954, dengan dibentuknya Independent Television Authority yang menyajikan program komersial dalam membantu siaran umum BBC 1 dan BBC 2.


Tugas dan wewenang ITA :
·        Memilih dan menunjuk perusahaan yang menghasilkan program, dimana 15 perusahaan untuk memsupali 14 bidang ITA.
·        Mentransmisikan program, untuk keseimbangan informasi, pendidikan dan hiburan.
·        Mengontrol iklan agar sesuai dengan Television Act serta aturan dan prinsip yang berwenang.

1.2.4.  Siaran di Kanada.
Siaran radio dan TV mirip dengan yang sistem di Inggris, tetapi sistemnya telah mengembangkan sistem siaran nasionalnya untuk menyesuaikan diri dengan keadaan fisik, poleksosbudnya (Austin Weir, 1965).
Karakter siaran Kanada adalah sbb:
·        Masalah Kanada untuk siaran radio dan TV adalah luasnya daerah yang hampir 40 kali luas daerah Inggris dengan jumlah penduduk sedikit dan sebarannya tidak merata. Oleh karena itu berkembang sektor rangkap yang meliputi public and private broadcasting.
·        Komitmen melayani kedua kelompok penduduk yang berbahasa Inggris dan Perancis.
·        Mengembangkan dan memelihara program Kanada untuk menghindari invasi budaya dari Amerika.

Oleh karena itu pimpinan pemerintah dan pimpinan pemancar secara umum telah memiliki falsafah siaran radio/TV harus khas Kanada, dikontrol dan menjadi sistem nasional yang melayani kebutuhan masyarakat melalui pemancar umum, swasta atau keduanya (Ottawa, 1965).

2.2.5. Media massa di Amerika Serikat.
Media massa di AS sangat banyak jumlahnya, diantaranya terdapat 336 juta radio dan 100 juta pesawat TV untuk 93% dari jumlah seuruh rumahtangga dimana 1/3nya memiliki dua atau lebih pesawat TV (Holt, Rinehart and winston, 1973).
Dari gambaran tersebut sebagian besar media massa dikuasai swasta yang berorientasi keuntungan, namun demikian mereka tunduk dengan peraturan pemerintah khususnya yang operasinya berhubungan dengan sumber negara atau masalah kesejahteraan umum.
Falsafah media massanya adalah kebebasan berbicara atau freedom of spech, yaitu pembatasan minimal pemerintah selain materi yang bersifat fitnah serta sensor pada saat perang. Disamping itu batasnya adalah materi-materi yang bertentangan dengan nilai-nilai dan lembaga-lembaga sosial seperti publikasi materi kecabulan yang membahayakan bangsa. 

Sifat dan Fungsi Komunikasi Massa

Sifat dan Fungsi Komunikasi Massa

Pertemuan 4, 5, 6 dan 7.
A. Pengantar.
Komunikasi merupakan suatu proses sosial yang mendasar dan vital. Mendasar karena setiap masyarakat ingin mempertahankan berbagai aturan sosial melalui komunikasi. Sedangkan vital, karena setiap individu dapat melakukan komunikasi untuk menjaga keberadaannya sebagai anggota masyarakat.

1.1. Komunikasi Massa.
Mengenai Komunikasi Massa adalah jenis khusus dari komunikasi sosial yang melibatkan berbagai kondisi pengoperasian, terutama sifat khalayak, sifat bentuk komunikasi dan sifat komunikatornya.
Adapun sifat dari khalayak, bentuk komunikasi serta komunikatornya adalah sebagai berikut:

a.     Sifat Khalayak.
Komunikasi massa ditujukan kepada ke arah khalayak luas, heterogen dan anonim, sehingga pesan-pesan yang ditujukan individu tertentu (tilpun, surat dlsbnya) tidak termasuk komunikasi massa.
·      Khalayak luas relatif, yaitu apabila komunikasi dilakukan selama suatu periode tertentu dan selama itu Komunikator tidak berinteraksi tatap muka dengan Komunikan.
·      Heterogen, berarti komunikasi tersebut tidak ditujukan khusus kelompok tertentu, akan tetapi untuk sekumpulan individu dengan berbagai posisi dalam masyarakat.
·      Anonim, bahwa anggota-anggota khalayak secara individual tidak saling kenal dan tidak diketahui oleh Komunikatornya.

b. Sifat Bentuk komunikasi.
Komunikasi Massa dikarakterisasikan sebagai komunikasi yang umum, cepat dan selintas.
·        Umum, karena pesan tidak ditujukan ke perorangan dan materinya sama.
·        Cepat, karena pesan dapat menjangkau area yang sangat luas dengan waktu cepat.
·        Selintas, karena dapat dikonsumsi dengan segera, bukan untuk diingat-ingat.



Oleh karena itu komunikasi massa memiliki akibat-akibat sosial, sebagai berikut:
·        Umum, ia sebagai subyek untuk kontrol sosial melalui lembaga, opini publik maupun mekanisme sosial lainnya.
·        Cepat, adanya keserempakan pesan mengakibatkan pesan memiliki kekuatan sosial yang besar.
·        Selintas, adanya waktu singkat sehingga pesan tidak mendalam dan sensasional.

c. Sifat Komunikator.
Komunikator dalam komunikasi massa bekerja melalui sebuah organisasi yang kompleks dengan pembagian kerja yang ekstensif dan biaya tetentu bersamaan dengan pekerjaan tsb.
·        Organisasi kompleks, karena struktur organisasinya sangat besar dibanding dengan bentuk komunikasi yang lebih tua (jaringan kerja TV NHK misalnya).
·        Tenaga kerja yang terlibat mencapai ribuan dengan berbagai profesi.
·        Biaya program di TV mingguan pada th 1973 selama 30 menit per-hari rata-rata minimal sebesar US $ 160.000.
                                                                                                  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakter utama dari komunikasi massa adalah sbb :
Komunikasi ini ditujukan kepada khalayak yang relatif luas, heterogen dan anonim; Pesan-pesannya disampaikan secara umum, seringkali dapat menjangkau khalayak luas secara serempak dan sekilas; Komunikatornya cenderung sebagai suatu organisasi yang kompleks sehingga melibatkan pembiayaan yang sangat besar.

1.2. Aktivitas Pokok Komunikasi.

Harold Lasswell (1948) mengemukakan adanya 3 aktivitas pokok komunikasi, yaitu pengawasan lingkungan, interpretasi dan transmisi budaya. Namun kemudian R.Wright menambah satu fungsi, yaitu hiburan. Sehingga aktivitas pokok komunikasi dibagi menjadi 4 (empat), yaitu :

1.     Pengawasan. (Surveillance)
·        Karena menunjukkan tindakan pengumpulan dan pendistribusian informasi tentang kejadian-kejadian di lingkungan sekitarnya. Menurut Heru (2005:28) aktivitas ini populer disebut sebagai berita dan pesan informasi media, media mengambil tempat sebagai penjaga dan pengawas. Disini ada dua kemungkinan, pertama sebagai pengawasan waspada, terjadi ketika media menginformasikan ancaman (bencana alam). Kedua, sebagai pengawasan instrumen, terjadi ketika media menyalurkan informasi yang berguna dan membantu kehidupan sehari-hari (informasi harga kebutuhan pokok, mode pakaian atau film di bioskop).

2.     Interpretasi (Correlating of the component of society in making response to the environment).
Karena menginterpretasikan informasi dan melakukan reaksi atau tanggapan atas kejadian di lingkungannya.. Media memberikan informasi mengenai arti kunci dan penting mengenai kejadian-kejadian yang ada di masyarakat, contoh yang paling jelas adalah editorial, penafsiran, komentar dan opini diberikan kepada khalayak sehingga bertambah pengetahuan dan wawasannya.
Tidak hanya editorial, akan tetapi artikel analisis implikasi kebijaksanaan pemerintah serta isi media yang tampaknya sebagai hiburan (Up In Smoke tentang mariyuana, Coming Home & Apocalypse Now tentang perang Vietnam serta All In The Family tentang hubungan ras) juga dapat termasuk penafsiran.

3.     Transmisi Kebudayaan (Transmission of the social inheritance).
Karena mengkomunikasikan pengetahuan, nilai-nilai dan norma-norma sosial dari suatu generasi kepada generasi penerusnya.

4.     Hiburan (Entertainment)
Karena menunjukkan pada tindakan komunikatif yang dimaksudkan untuk menghibur dengan tidak mengindahkan efek-efek instrunentalnya.


1.3.      Fungsi Media Massa.
Sebenarnya banyak sekali teori sosiologi yang ada, namun untuk memahami tentang fungsi media massa, secara sepintas akan dikemukakan beberapa teori yang bernaung dibawah 3 (tiga) paradigma yang ada.
Teori-teori sosiologi tersebut diantaranya adalah teori Fungsionalisme dari paradigma Fakta Sosial, teori Interaksionisme Simbolik dari paradigma Definisi Sosial dan teori Pertukaran Sosial dari paradigma Perilaku Sosial. Sudah pasti masing-masing paradigma tersebut memiliki subject matter sendiri-sendiri yang masing-masing berdasarkan basic assumtions yang berbeda. Konsekuensinya akan timbul pemaknaan yang berbeda-beda dalam menganalisis fenomena-fenomena komunikasi yang terjadi di masyarakat.
Namun untuk mengkaji tentang hubungan antara fenomena komunikasi massa dengan masyarakat dari perspektif sosiologi, akan dibahas dengan menggunakan pendekatan teori fungsionalisme.
Sebagaimana dikemukakan oleh Robert K. Merton (Sutaryo, 2001:1.20), teori ini menyatakan bahwa suatu tindakan akan muncul apabila hal, fenomena atau tindakan tersebut fungsional bagi masyarakat.

Selanjutnya Robert K. Merton (1957:I) menyatakan bahwa ada 2 fungsi, yaitu fungsi nyata (manifest function) yang diinginkan dan fungsi tersembunyi (latent function) yang tidak diinginkan.

Bagi fungsi yang tidak diinginkan  jika ditinjau dari kesejahteraan masyarakat disebut dysfunctions.


1.3.1.  Fungsi Pengawasan media massa.

a. Bagi Masyarakat:
1.     Komunikasi Massa dapat memberikan peringatan adanya ancaman dan bahaya penyakit menular atau bencana alam. Peringatan tersebut menunjang perasaan egaliterianisme (sama dengan orang lain untuk meloloskan diri dari bahaya) dalam masyarakat.
2.     Data tentang kejadian lingkungan akan menjadi alat bagi lembaga dalam kehidupan sehari-hari (kegiatan stok pasar, navigasi, dll).
3.     Ethicizing (pengukuhan moral, pengakhlakan), apabila komunikasi dapat memperkuat kontrol sosial atas anggota masyarakat yang menyimpang.
Disfungsinya :
1.      Berita tanpa sensor dapat mengancam struktur masyarakat, misal informasi tentang kondisi dan idiologi masyarakat lain akan dapat mendesakkan perubahan.
2.      Peringatan yang tidak ditafsirkan tentang bahaya dapat menimbulkan kepanikan masyarakat, seperti pendapat Hadley Cntril dkk (1940) tentang Invation from Mars.

b. Bagi Individu :
1.     Selama kesejahteraan perorangan terkait dengan kesejahteraan sosial, maka peringatan dan fungsi berita juga berguna bagi individu.
2.     Utility : berita media massa sebagai pelengkap hidup sehari-hari, sehingga pada saat tidak ada berita, individu merasa ada yang kurang.
3.     Insrument: Sebab media massa merupakan alat yang diperlukan bagi kehidupan sehari-hari sebagaimana dikemukakan oleh Berelson (1949:111-129).
4.     Secara khusus Lazarfeld dan Merton (L. Bryson,tt:95-118) menyatakan bahwa komunikasi massa berfungsi penganugrahan status yang menambah prestige bagi individu yang selalu berusaha tahu berita.
5.     Penganugrahan status seperti menjadi public status, sebagaimana dikemukakan oleh Merton tentang local maupun cosmopoitan influencials (Lazarfeld dan Stanton, tt:180-219).




Disfungsinya :
1.     Berita tentang bahaya dapat menimbulkan kecemasan.
2.   Melimpahnya berita akan menimbulkan reaksi kembali pada hal-hal yang bersifat pribadi ( privacy) (Ernst dan Nathan, 1947).
3.     Meningkatnya berita terkadang mengakibatkan perasaan masa bodoh atau aphaty.
4.   Individu seolah terkena bius demi mengejar status serba tahu oleh Lazarfeld dan Merton sebagai narcotization.

c. Bagi Sub-Kelompok :
1.  Instrumental : Selama berita bermanfaat bagi suatu kelompok politik, maka dapat dijadikan alat  memelihara kekuasaan.
2.     Deteksi : Pengetahuan tentang perilaku menyimpang dan subversif.
3.     Mengatur,  mengontrol dan mungkin monitor opini publik.
4.     Untuk golongan politik dapat dijadikan alat pengesahan kekuasaan melalui status conferal
Disfungsinya :
1.  Pemberitaan yang dijadikan propaganda musuh dapat melemahkan atau mengancam kekuasaan kelompok politik yang sah, sebagaimana dinyatakan oleh Hans Speier (Lerner dan Lasswell, 1951).
2.   Berita-berita tentang realitas, propaganda dan ekspose-ekspose musuh.

d. Bagi Kebudayaan :
1.     Meningkatkan kontak antar budaya.
2.     Meningkatkan pertumbuhan budaya.
Disfungsinya :
1.     Berita-berita yang tidak terkontrol akan mengenai masyarakat lain, memungkinkan adanya invasi budaya asing.
2.     Melemahkan budaya bangsa.







1. Pengawasan Media.

BAGI
FUNGSI
DIS FUNGSI
A. Masyarakat
*). Peringatan: bahaya alam, musuh
*). Egalitrianisme
*). Instrumental : berita penting bagi lembaga.
*). Etisisasi

*). Ancaman stabilitas : berita ttg masyarakat yg lebih baik.
*). Kepanikan
B. Individu
*). Utility: Kelangkaan berita mengganggu hidup
*). Instrumental : tambah prestige opinion leader
*). Kecemaan, privatisasi, apatis dan narkotisasi
C. Sub-Kelompok
*). Instrumental : pelihara kekuasaan
*). Mengatur : opini masy, kontrol sos., legitimasi, status anugerah & monitor.
*). Deteksi : penyimpangan & subversif
*). Ancaman kekuasaan :
*). Expose propaganda oposisi
D. Kebudayaan
*). Meningkatkan kontak antar budaya
*). Menumbuhkan kontak antar budaya
*). Tumbuhkan/   penyesuaian budaya
*). Memungkinkan invasi budaya


1.3.2.  Fungsi Korelasi (pemilihan, interpretasi dan preskripsi ) media massa.
a. Bagi Masyarakat :
1.     Adanya interpretasi dan evaluasi dan kejadian yang ada di sekitarnya, maka dapat meningkatkan mobilisasi masyarakat.
2.     Mengurangi ancaman terhadap stabilitas sosial.
3.     Mengurangi kepanikan.
4.     Media massa dapat memilih masalah-masalah tertentu yang mempengaruhi agenda setting masyarakat. Menurut Mc Combs dan D.Shaw (972:176-187) bahwa apakah itu evaluasi atau membatasi tidak, yang paling nyata adalah bahwa media massa memilih berita dan masalah tertentu yang mempengaruhi agenda setting masyarakatnya.

Disfungsinya :
1.     Apabila komunikasi tersebut membatasi kegunaan dari kritik sosial, maka aktivitas korelasi akan meningkatkan konformitas sosial dan merintangi perubahan sosial.

b. Bagi Individu :
1.     Dapat menghemat (efisiensi) waktu dan mengasimilasi berita.
2.     Mengurangi stimulasi yang berlebihan, kecemasan, apatis, pribadi (privatisasi) dan agenda setting.
Disfungsinya :
1.     Interpretsi dan edit berita oleh media massa melemahkan hak kritik individu.
2.     Adanya gagasan, pendapat maupun pandangan yang sudah dicerna, akan menjadikan individu tidak efektif dan irasional (pasif).

c. Bagi Sub-Kelompok :
1. Membantu mempertahankan kekuasaan.
2. Memelihara konsensus.
Disfungsinya :
1. Meningkatkan tanggungjawab.

d. Bagi Kebudayaan :
1. Mengurangi invasi kebudayaan.

Disfungsinya :
1. Menghalangi pertumbuhan kebudayaan.


2. Korelasi

BAGI
FUNGSI
DIS FUNGSI
A. Masyarakat
*). Tingkatkan mobilisasi
*). Kurangi ancaman stabilitas sos.& kepanikan
*). Agenda Setting
*). Meningkatkan konformisme sos.
*). Merintangi perubahan sos. (krn abaikan kritik).
B. Individu
*). Efisiensi, Asimilasi berita
*). Kurangi over stimulasi, apatis, kecemasan & privatisasi
*). Agenda Setting
*). Lemahkan hak kritik
*). Meningkatkan kepasifan
C. Sub-Kelompok
*). Membantu pertahankan kekuasaan
*). Pelihara konsensus
*). Meningkatkan tanggung jawab
D. Kebudayaan
*). Kurangi invasi budaya
*). Halangi pertumbuhan kebudayaan



1.3.3.  Transmisi Budaya
a. Bagi Masyarakat :
1.     Meningkatkan kohesivitas sosial.
2.     Memperluas dasar norma dan pengalaman bersama.
3.     Mengurangi anomia.
4.     Melanjutkan sosialisasi, mencapai kedewasaan bahkan setelah keluar dari lembaga sekolah.
Disfungsinya :
1.     Memperbesar massa masyarakat.

b. Bagi Individu :
1.     Meningkatkan integrasi, penekanan pada norma-norma umum.
2.     Mengurangi indiosinkratik.
3.     Mengurangi anomia.


Disfungsinya :
1.     Media massa mendepersonalisasikan proses sosialisasi, yang merupakan proses dimana seorang anggotanya yang baru (lahir) akan mempelajari norma-norma dan kebudayaan masyarakat.
Sedangkan dari sisi individu merupakan suatu proses mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompoknya. Menurut David Reisman (1953) bahwa pelajaran moral dalam cerita yang disampaikan media massa tidak dapat disesuaikan dengan kapasitas individu pendengarnya, seperti andaikata cerita tersebut disampaikan secara tatap muka.

c. Bagi Sub-Kelompok :
1.     Memperluas kekuatan lembaga lain untuk sosialisasi.
Disfungsinya :
 (Tidak ada)

d. bagi Kebudayaan :
1.     Menstandarisasikan Kebudayaan.
2.     Memelihara konsensus budaya.
Disfungsinya :
1.     Mengurangi berbagai macam sub-kultur.






3. Transmisi Kebudayaan

BAGI
FUNGSI
DIS FUNGSI
A. Masyarakat
*). Tingkatkan kohesivitas sos.
*). Kurangi anomia
*). Melanjutkan sosialisasi
*). Perbesar massa masy.
B. Individu
*). Tingkatkan integrasi
*). Kurangi indiosinkratik
*). Kurangi anomia
*). Depersonalisasi sosialisasi
C. Sub-Kelompok
*). Memperluas kekuatan (lembaga lain).
--
D. Kebudayaan
*). Standarisasi kebudayaan
*). Pelihara konsensus kebudayaan.
*). Kurangi berbagai sub-kultur


1.3.4.    Hiburan.
Hiburan yang bertentangan dengan bentuk-bentuk hiburan individualistik, kekeluargaan dan yang sifatnya pribadi lainnya.
a. Bagi Masyarakat :
1.     Pelepas lelah bagi kelompok-kelompok massa, dengan media massa siaran seperti olahraga dapat dinikmati oleh puluhan juta orang pendengar/pemirsa.
Disfungsinya :
1. Mengalihkan publik, menghindarkan aksi sosial.

b.    Bagi Individu :
1.     Pelepas lelah.
Disfungsinya :
1.     Memperendah cita rasa, seperti Theodore W.Adorno (1945:208-217) yang menyatakan bahwa hiburan massa adalah disfungsi selama hiburan massa tersebut gagal menimbulkan atau menumbuhkan selera publik sampai tingkat bentuk hiburan teater, opera atau drama klasik.
2. Meningkatkan kepastian dan memungkinkan pengasingan diri.



c.      Bagi Sub-Kelompok :
1.     Memperluas kekuasaan.
2.     Pengendalian bidang kehidupan yang lain.
Disfungsinya :
(Tidak ada).

d. Bagi Kebudayaan :
(tidak ada).
Disfungsinya :
1. Melemahkan aestetik : “budaya pop”.


4. Hiburan.

BAGI
FUNGSI
DIS FUNGSI
A. Masyarakat
*). Pelepas lelah klp massa
*). Mengalihkan publik.
*). Hindarkan aksi massa.
B. Individu
*). Pelepas lelah
*). Tingkatkan kepastian.
*). Merendahkan cita rasa.
*). Pelarian/pengasingan.
C. Sub-Kelompok
*). Perluas kekuasaan
*). Pengendalian bidang kehidupan lain.
--
D. Kebudayaan
--
*). Melemahkan aestetika “budaya pop”.